Kotagede Sebagai Tujuan Utama Wisatawan Belanja Perak

Pada zaman dahulu Kotagede pernah menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Mataram Islam. Di era tersebut ada banyak sekali abdi dalem atau pegawai kerajaan yang setiap hari membuat perhiasan perak untuk memenuhi kebutuhan kaum bangsawan dan keluarga istana.

Meskipun pada akhirnya ibukota Kerajaan Mataram pindah ke Kartosura, kemudian Solo dan Yogyakarta, kebiasaan warga Kotagede dalam membuat perhiasan perak tetap berlanjut. Lalu pada masa penjajahan Belanda, banyak sekali pejabat Batavia yang memesan aneka kerajinan perak dari Kotagede.

Bentuknya tidak hanya perhiasan saja namun juga berbagai kebutuhan rumah tangga seperti tempat lilin, perabot makan dan sebagainya. Bahkan pada saat itu pemerintah Belanda sempat mendirikan suatu lembaga yang dinamakan Stichting Beverdering Van Het Yogyakarta Kenst Ambacht.

Badan ini memiliki tugas memberi pelatihan teknik-teknik penciptaan kerajinan perak dengan desain yang sesuai dengan selera pasar. Melalui perjalanan sejarah yang sangat panjang inilah Kotagede selalu menjadi jujugan utama para pecinta wisata belanja perak di Yogyakarta.

Kegiatan wisata belanja

Dari pusat kota Yogyakarta, Kotagede hanya berjarak tidak lebih dari 5 km dan dapat diakses dengan transportasi umum. Sedangkan dari Bandara Adisucipto, jaraknya kurang lebih 9 km. Kawasan paling ramai yang jadi sentra belanja sekaligus pusat produksinya terletak di seputar Jl. Mondorakan dan Jl. Kemasan.

Di kedua tempat tersebut, traveler selalu menjumpai deretan toko-toko atau showroom yang dijadikan ruang pajangan berbagai jenis kerajinan perak. Mulai dari perhiasan kalung, gelang, liontin, bros, anting dan sebagainya bisa dibeli traveler di showroom-showroom ini.

Selain itu tidak sedikit yang menawarkan kerajinan perak dalam bentuk lain seperti miniatur Candi Prambanan, Candi Borobudur, becak, andong, kapal phinisi dan sebagainya. Selain itu juga terdapat hiasan dinding dan berbagai ornamen interior yang semuanya terbuat dari bahan yang sama yaitu perak.

Hampir semua kerajinan perak yang ditawarkan kepada traveler di Kotagede merupakan asli buatan tangan atau handmade. Semua proses pengerjaannya dilakukan secara manual tanpa mesin sehingga memiliki nilai seni yang sangat tinggi.

Apabila ingin membuktikan, traveler dapat langsung mendatangi pengrajinnya. Bahkan tidak jarang ada pemilik showroom yang menyediakan ruang khusus bagi para traveler yang ingin melihat bagaimana sebuah kerajinan perak bisa dijadikan suatu karya seni yang begitu indah dan unik. Selain ketrampilan khusus, juga perlu waktu lama untuk menggarap satu karya saja.

Dibanding lainnya, kerajinan perak di destinasi wisata belanja Kotagede Yogyakarta memang cukup mahal. Tapi yang namanya karya seni, apalagi jika dibuat dari bahan khusus pasti akan membuat siapa saja akan merasa senang saat melihat. Apalagi setelah berhasil memilikinya.

X

A PHP Error was encountered

Severity: Core Warning

Message: Module 'sqlite3' already loaded

Filename: Unknown

Line Number: 0

Backtrace: